Pages

Wednesday, August 27, 2014

Merasa waras atau tidak waras

Ada yang berseloroh bahwa waras itu ketika merasa gila karena orang gila tidak pernah merasa bahwa dirinya gila, Albert einstein mengatakan bahwa "gila adalah menginginkan hal berbeda tapi tetap melakukan hal yang sama". Jika mengacu ke kalimat Albert Einstein berapa banyak orang yang langsung terjustifikasi gila. Berharap sukses tapi tidak memulai bisnis atau belajar investasi. Bahkan membuat statemen bahwa "sukses itu adalah bukan pencapaian". Sukses itu tetaplah sebuah pencapaian.

Sukses itu sebuah pencapaian yang meskipun kecil tapi berdampak psikologis besar. Banyak harta mungkin impian besar banyak orang tapi ada juga yang bermimpi punya keturunan. Bahkan rela mengeluarkan harta banyak agar punya keturunan. Lalu mana yang lebih penting? Hanya anda yang mampu menafsirkan kesuksesan bukan orang lain. Hanya anda yang mampu mengejawantahkan kesuksesan itu dengan fakta dan realita masing - masing.

Waras itu bukan situasi, waras adalah efek dari kematangan psikologis. Jika menjomblo kelamaan pasti ada yang salah dengan psikologis. Traumatis atau justru terlalu perfeksionis, jadi waras bisa termanifestasi dalam berbagai aspek kewajaran, aspek general dan aspek - aspek lain yang berfundamen kuat. Waras adalah posisi atau keadaan homeostasis psikologis. Assertive dengan hitam dan putihnya dunia. Assertive dengan manis dan pahitnya kehidupan.

Waras adalah anda tidak marah disebut gila karena anda sadar bahwa ada psikometri yang dapat digunakan untuk mengukur kadar kewarasan, jika anda marah disebut gila jangan- jangan "gila beneran". Waras artinya anda sadar diri, daya tilik diri positiv, harga diri medium tidak tinggi tidak pula rendah, punya shock absorber yang tidak takut kalah, tidak takut gagal, tidak takut jatuh, berani kecewa dll.

Coba cek kewarasan anda, maka anda akan menemukan banyak orang gila seperti definisi albert einstein.